Sekilas tentang Anti Petir




Cara membuat perangkat anti petir sederhana dan efektif

Menyongsong datangnya musim hujan, banyak orang mulai mempersiapkan kembali perangkat anti petir mereka. Seperti kita ketahui bersama, hujan disertai petir dapat terjadi kapan saja, bahkan ketika tengah malam ketika semua orang tertidur. Kondisi ini sangat membayakan karena pengguni rumah tidak menyadari kekuatan petir untuk dapat melakukan tindakan pencegahan.

Sayangnya, bagi sebagian orang, alat anti petir masih dianggap sebagai perangkat mahal dan tidak menjadi prioritas keamanan.

Oleh karenanya, solusi terbaik adalah dengan merakit sendiri alat penangkal petir tersebut, yang meskipun sederhana namun dijamin tetap memiliki performa yang optimal.

Tutorial membuat perangkat anti petir sederhana

Sebelum mulai merakit alat, terlebih dahulu anda harus menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan yaitu:

  • Batang tembaga murni. Bentuk ujungnya menjadi lancip
  • Kabel konduktor. Ciri-cirinya memiliki ukuran diameter 1-2 cm, terbuat dari kawat tembaga.
  • Bagian grounding berukuran panjang maksimal 3 meter, minimal 1,8 meter. Diameter sebesar 1,5 meter.

Selain ketiga bahan dasar utama diatas, tentunya anda juga membutuhkan peralatan teknisi seperti obeng, engkol, dan lain sejenisnya. Setelah semua telah siap, berikut cara merakitnya;

  • Batang tembaga murni berbentuk lancip berfungsi sebagai head atau air mineral untuk menghalau energi negatif petir. Ia terletak di bagian atap rumah atau tiang khusus yang digunakan sebagai tatakannya. Nantinya, bagian inilah yang akan bersentuhan langsung dengan gelombang petir.

Bentuk runcing pada ujung tembaga bermanfaat untuk memfokuskan gelombang listrik kepada alat. Dalam kegunaannya, bagian ini akan memancarkan gerakan tarik menarik antara energi positif yang dihantarkan oleh tanah dengan gelombang tersebut. 

Ketika memasang head, pastikan posisinya sudah benar-benar kuat sehingga tidak memungkinkan untuk roboh, terbawa angin atau berganti posisi menjadi miring. Head juga harus memiliki tinggi sekitar 2,5 meter dari atap rumah. Semakin tinggi, head akan menjadi lebih optimal dalam menahan petir agar tidak menyambar ke bangunan di bawah dan sekitarnya.

  • Memasang kabel konduktor pada bagian head ke grounding.
  • Kabel konduktor berfungsi sebagai pengantar energi positif tanah ke atas dan sebaliknya, mengirimkan energi negatif dari petir ke tanah lagi untuk dinetralkan. Peran sentral dari kabel ini mengharuskan anda bisa memasangnya dengan rapi dan aman dari jangkauan anak-anak atau hewan pemakan segala, seperti tikus.

Kabel konduktor juga harus diletakkan di bagian luar bangunan (mirip pipa saluran air) agar tidak lembab. Di tempat terbuka, resiko kebocoran akan lebih mudah untuk diatasi dan diantisipasi.

Menggali lubang untuk menyimpan grounding.

  • Pergunakan area tanah yang memiliki jarak agak jauh dengan bangunan untuk sebagai tempat menyimpan grounding demi menghindari resiko yang mungkin terjadi. Kedalaman lubang juga harus menyentuh tempat keluarnya air agar gelombang negatif dapat terkunci dengan sempurna.
  • Memasang grounding. Alat ini merupakan salah satu teknologi yang mempu menghantarkan energi tanah kepada kabel konduktor. Selanjutnya, grounding pula yang bertugas untuk menetralkan gelombang negatif yang masuk dengan energi tanah. Di dalam grounding, energi listrik dari petir dapat diamankan.
  • Sebelum menimbun grounding, lakukan pengecekan akhir. Pastikan seluruh perangkat sudah berada dalam posisi yang benar dan aman. Kesalahan pemasangan sedikit saja akan mempengaruhi performa alat, bahkan membuatnya tidak berfungsi.

Tutorial membuat anti petir sederhana diatas cukup efektif untuk melindungi bangunan rumah yang memiliki ukuran umum (tidak terlalu besar). Untuk fungsi perlindungan yang lebih besar, anda bisa memakai alat penangkal petir khusus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post