Kupas Undang-undang penangkal petir

Sertifikasi Penangkal Petir – Pasang penangkal petir memang membutuhkan per izin an yang sah atas  dan di terbit kan oleh undang – undang penangkal petir. bahkan, peraturan penggunaan penangkal petir juga di atur dalam undang – undang peraturan kementerian ketenagakerjaan republik Indonesia. Tentunya Anda penasaran dengan apa isi pasal pasal dari undang-undang penangkal petir tersebut. Pada kesempatan kali ini kita akan mengulas isi undang-undang tersebut secara terperinci dan sedetail mungkin. Langsung saja kita mulai kelas aja di bawah ini;

Undang-undang Sertifikasi Penangkal Petir

Pembahasan terkait instalasi penangkal petir di mulai pada pasal pertama ayat ketujuh,

  • Ayat 7

Menegaskan tentang status badan usaha yang menawarkan jasa pemasangan instalasi penangkal petir di sebut dengan penyalur petir. Pada pasal ini di sebutkan bahwa penyedia jasa harus berbadan hukum untuk mendapatkan legalitas sebagai hadap penyedia jasa.

  • Ayat 8

Sertifikasi Penangkal Petir – Berisi gambaran ideal terkait perangkat penangkal petir yang terdiri dari penerima petir atau biasa di sebut air terminal atau head. Selanjutnya juga di lengkapi dengan kabel konduktor serta elektroda bumi atau yang biasa kita sebut dengan grounding. Fungsinya untuk menetralisir energi dalam bumi.

  • Ayat 9

Sertifikasi Penangkal Petir – Berisi definisi terkait menerima atau air terminal berfungsi sebagai penyambut petir. Peran nya ialah menarik energi negatif yang terdapat pada petir untuk menyambar diri nya. Juga demikian wilayah yang ada di sekitar penangkal petir akan aman sinyal yang di tangkap oleh penangkal petir akan di salurkan kepada grounding yang berada jauh di bawah permukaan tanah.

  • Ayat 10

Menjelaskan tentang fungsi kabel konduktor sebagai perantara antara energi dari dasar bumi ke langit begitupun sebaliknya.

  • Ayat 11

Menjelaskan bahwa elektroda bumi atau yang biasa kita sebut grounding merupakan perangkat yang berada di bawah tanah serta bertugas secara langsung untuk bersentuhan dengan bagian dari elemen – elemen tersebut.

  • Ayat 12

Sertifikasi Penangkal Petir – Menjelaskan tentang adanya elektroda bumi turunan atau kelompok. Yang di maksud dengan elektroda bumi turunan ialah ketika satu elektroda bumi di sambungkan dengan elektroda bumi yang lain menggunakan satu kabel penghantar saja. Kondisi inilah yang di sebut dengan elektroda kelompok atau turunan.

  • Ayat 13

Menjelaskan tentang wilayah perlindungan. Yang di maksud wilayah perlindungan ialah wilayah yang berada pada area yang terlindungi oleh radius penangkal petir.

  • Ayat 14

Sertifikasi Penangkal Petir – Menjelaskan tentang sambungan. Yang di maksud dengan sambungan adalah segala bagian di dalam perangkat penangkal petir yang berfungsi sebagai penyambung antar bagian-bagian tersebut, bisa berada diantara penerima dengan kabel konduktor, di tengah-tengah pipa konduktor, atau antara kabel konduktor dengan para kloning atau elektroda bumi.

Yang masuk dalam kategori sambungan ini dapat berupa lem, kopling, maupun las.

  • Ayat 15

Menjelaskan tentang sambungan pengukuran. Bagian ini terdapat di antara kabel konduktor dengan elektroda bumi. Sifatnya ialah mudah di buka dan menjadi sarana bagi para teknisi untuk mengecek keadaan elektroda atau apabila terjadi masalah di bagian tersebut.

  • Ayat 16

Ini menyinggung tentang tahanan pembumian. Istilah ini tentu sangat berkaitan dengan grounding atau elektroda bumi.

Sertifikasi Penangkal Petir – Untuk menetralisir gelombang listrik yang dihasilkan oleh petir grounding membutuhkan media tanah yang ada di sekitarnya untuk melakukan penetralan. Area tanah yang dilibatkan dalam proses ini atau yang terkena dampak dari penetralan gelombang listrik ini masuk ke dalam bagian tahanan pembumian.

  • Ayat 17

Sekaligus ayat terakhir di dalam pasal 1 membahas tentang masa logam yaitu segala atribut bangunan yang berasal dari logam baik itu berupa lift dan atau lain sebagainya. Benda – benda yang berasal dari hasil bumi dan juga berpotensi untuk menimbulkan kata kangen arus listrik.

Demikian penjelasan terkait undang-undang yang mengatur penggunaan serta undang-undang penangkal petir. Semoga uraian di atas dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya.

Mitra Penangkal Petir – 081221711127 – Sertifikasi Penangkal Petir – Menyediakan kebutuhan material atau alat penangkal petir, Surge Arrester, Kabel Penyalur Petir dan Perlengkapan Sistem Grounding dan Sertifikasi Penangkal Petir Disnaker K3. Untuk pemesanan material penangkal petir kami siap mengirim material penangkal petir ke berbagai kota di Indonesia, Pengiriman bisa menggunakan jalur darat dan laut maupun jalur udara.

 

Sertifikasi K3 – 081221711127 – Sertifikasi Penangkal Petir Kami melayani pengurusan perijinan penyalur petir dari Disnaker Provinsi.

DASAR HUKUM

Per 04/Men/1988 tentang Berlakunya Standard Nasional Indonesia (SNI) No: SNI-225-1987 Mengenai Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia 1987 (PUIL1987) di Tempat Kerja

PERSYARATAN

  • Gambar instalasi yang sudah mendapat pengesahan dari Direktur Keselamatan Kerja Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI. (skala 1:12)
  • Surat Keterangan terdaftar dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI. Sebagai PJK3. bidang listrik. (apabila pemasangan dilakukan oleh Instalatir)
  • Hasil pengukuran tahanan pertanahan / grounding.

JANGKA WAKTU PENYELESAIAN

15 hari kerja

Sertifikasi Penangkal Petir

Exit mobile version