Sejarah Kuno Penangkal Petir 2500 Sebelum Masehi

penangkal petirsepanjang sejarah penangkal petir, Petir adalah penyebab utama kebakaran alam dan merusak struktur yang telah dibangun oleh manusia. Telah lama diketahui Bahwa petir sangat istimewa karena menyerang benda tinggi ; Artabanis, penasehat Xerxes, seperti dikutip 2300 tahun yang lalu: “baut (Allah) pernah jatuh di rumah tertinggi dan pohon tertinggi”. Dalam puisinya, De Rerum Natura diterbitkan di 55 SM, Titus Carus Lucretius ditanya tentang petir “Mengapa memiliki dia (Jupiter) kesukaan khusus untuk tempat-tempat yang tinggi sehingga kita melihat sebagian jejak api nya di puncak gunung?” dan “Mengapa dia menghancurkan tempat suci para dewa dan tempat tinggal indah sendiri (yang terletak di tempat tinggi) dengan baut menghancurkan?”. Meskipun preferensi ini dari petir untuk menyerang benda tinggi telah lama dikenal, tidak ada upaya yang berhasil menggunakan pengetahuan ini untuk perlindungan tercatat sampai Benjamin Franklin mengumumkan tahun 1752 bahwa serangan ke batang logam tinggi dapat dilakukan ke Bumi oleh kawat, tanpa merusak struktur yang batang dan kawat dipasang (Franklin, 1753). Franklin membuat penemuan ini ketika ia mendirikan sebuah batang besi dengan ujung kawat kuningan dalam upaya untuk menetralisir listrik di awan melintas di atas kepala dengan emisi dari batang berujung tajam. Sebelumnya, ia dan rekan-rekannya telah menemukan bahwa emisi ini bisa melepaskan benda Electrified ketika ia mendekati mereka sambil memegang jarum logam di tangannya. Franklin kemudian berspekulasi bahwa proses pembuangan yang sama mungkin terjadi jika berujung tajam, batang membumi ditempatkan di bawah awan badai. Ketika ia melakukan percobaan ini, tongkat penangkal petir, bukan pemakaian overhead awan petir, disambar petir. Setelah itu, Franklin berpandangan bahwa hasil penangkal petir ini adalah karena “kekuatan titik” dan bahwa penangkal petir itu akan baik debit listrik awan atau, jika itu gagal, akan menjadi reseptor disukai dari setiap serangan di sekitarnya dan bisa melakukan mereka tanpa bahaya ke Bumi melalui cocok “konduktor down” yang terhubung ke batang lain didorong ke tanah. Menyusul pengumuman Franklin penemuannya di publikasi, Poor Richard Almanac, penangkal petir segera diinstal pada banyak bangunan di Eropa dan di Amerika. Beberapa, struktur yang sangat tinggi telah rusak berulang kali petir tapi, setelah instalasi batang Franklin, tidak ada kerusakan lebih lanjut terjadi. Keberhasilan batang tersebut dalam mencegah kerusakan petir begitu terlihat bahwa pada tahun 1778, Senat Venesia mengeluarkan dekrit yang memerintahkan pendirian penangkal petir di seluruh republik. Untuk alasan politik di Inggris, ada panjang keengganan untuk menginstal batang Franklin tetapi, setelah lebih dari 220 kapal dari Royal Navy mengalami kerusakan atau hilang akibat sambaran petir selama perang Napoleon, Admiralty akhirnya yakin dalam 1830-an oleh Sir William Salju-Harris untuk menginstal penangkal petir dan turun konduktor pada kapal berlayar yang dimana kerusakan yang disebabkan oleh petir berhenti menjadi masalah.

You might also likeclose