PENANGKAL PETIR – Tiang Monopole

penangkal petir, penyalur petir, anti petir

Penangkal Petir – Tiang penangkal petir atau anti petir adalah material pendukung untuk menyokong kontruksi penangkal petir, meskipun pemasangan penyalur petir dilakukan diatas dan menempel pada bangunan tiang penangkal petir tetap diperlukan walaupun dengan ketinggian atau kepanjangan tiang sangat pendek.

Tiang penangkal petir penyangga ini merupakan pipa penegak yang fungsinya untuk menaikkan posisi head terminal penangkal petir elektrostatis agar mendapatkan level yang tinggi, sedangkan level ketinggian penangkal petir sangat berarti untuk mendapatkan radius perlindungan tertentu, ada banyak macam jenis kontruksi untuk tiang penyangga penangkal petir atau penyalur petir ini diantaranya :

penangkal petir, penyalur petir, anti petir

1. Tiang Penangkal Petir Di Atas Bangunan

• Base Plat Monopole
Instalasi penangkal petir di atas bangunan seperti ini dipasang pada lantai bangunan tertinggi atau pada dak bangunan tersebut, konstruksi tiang harus memakai plat logam atau sejenisnya yang berfungsi sebagai dudukan atau pondasinya tiang penyangga, plat tersebut biasanya menggunakan ukuran 20 cm x 20 cm, kemudian setiap sudutnya di lubangi untuk baut pondasi. Jika tiang penyangga penangkal petir dipasang pada ketinggian lebih dari 25 meter atau pada bangunan yang tingginya melebihi 5 lantai harus menggunakan kawat sling sebagai material bantu yang berfungsi untuk menjaga kekuatan tiang penyangga tersebut. Instalasi penangkal petir seperti ini biasanya pada perkantoran atau gedung.
• Clam Monopole
Instalasi penangkal petir di atas bangunan yang menggunakan atap baja ringan atau besi WF maka konstruksi tiang penyangga penangkal petir di klem pada struktur logam tersebut dan menggunakan klem khusus. Biasanya dalam pemasangan instalasi penyalur petir seperti ini kita harus sedikit membuat lubang pada atap bangunan untuk mendirikan tiang penyangga tetapi jangan khawatir karena setelah tiang penyangga penangkal petir berdiri pada titik yang telah di tentukan kita tutup kembali bahkan menggunakan alat atau material anti bocor. Instalassi penangkal petir seperti ini biasanya pada pabrik atau gudang.
2. Tiang Monopole / Tiang Tunggal Penangkal Petir
Tiang Monopole atau Tiang Tunggal Penangkal Petir – bisa dipergunakan sebagai pilihan kontruksi tiang penyangga Penangkal Petir, bentuk dari kontruksi ini sangat ideal untuk pengamanan daerah yang berquantur ( berbukit ) atau ber areal luas . misal Lapangan Golf , Areal Pertambangan , Perkebunan dan Persawahan atau pula tempat yang membutuhkan penyentralan sambaran petir yakni sambaran petir di fokuskan di satu titik sambar ( penangkal petir sentral ) misal , areal kilang minyak , SPBE , SPBU dan gudang Handak idealnya lagi bahwa dengan kontruksi tiang monopole ini berdiri sendiri tidak menjadi satu dengan bangunan yang di lindunginya sehingga dalam estetika bangunan tidak mengganggu pandangan.
Untuk areal High Explosive / Flammable kontruksi Tiang Tunggal Anti petir merupakan standart yang aman sebab seluruh aktifitas petir , mulai dari Sambaran, aliran arus listrik sampai kepada penetralan / pentanahan akan terjadi di kontruksi tersendiri dan terselubung di dalam pipa , tanpa bersentuhan di kantuksi mudah terbakar yang ada.
Fungsi Ideal dari tiang mono pole penangkal petir adalah menfokuskan sambaran didalam satu titik penyalur petir , karena dengan semakin meruncingnya sebuah obyek benda maka muatan statik bumi akan semakin terfokus di ujungnya, tentu hal ini sangat ideal untuk penangkal petir elektrostatik , sebab penangkal petir elektrostatik memanfaatkan energi ini dalam sistem kerjanya.
Jenis kontruksi ini memiliki Istilah teknis beragam mulai dari Tiang Monopole , Tiang tunggal , Free Standing , yang jelas secara bentuk bahwa kontruksi ini Berdiri Tegak tanpa ada penopang, baik berupa pipa atau kawat baja / Sling. Bentuknya bisa pipa (bulat) atau Polygon.
Bahan material yang dimungkinkan untuk membuat Tiang Tunggal / monopole penangkal petir atau anti petir adalah pipa , Galfanise , Staenles Steel , Scedule . Dengan nimimal ketebalan untuk pipa terbawah 4 mm bila akan membuat tiang setinggi +/- 20 Mtr, atau mengikuti tinggi tiang yang akan di buat Semakin tinggi sebaiknya semakin tebal ( lebih dari 4 mm ).
Ketinggian ideal untuk tiang tunggal anti petir disesuaikan dengan kondisi situasi tempat pemasangan , hembusan angin menjadi acuan utama , mulai hembusan angin harian sampai pada saat angin ribut . Bila mendapati kondisi angin yang extrim di suatu tempat kami menyarankan untuk membangun tiang tunggal setinggi 20 mtr saja dengan pipa bawah 6 inc atau lebih besar , dan bila kondisi angin yang hanya berhembus ringan silahkan saja membuat tiang monopole lebih dari 25 mtr.
Teknis Penyambungan Pipa
Ada beberapa metode dalam teknis penyambungan pipa pipa penyusun tiang tunggal penangkal petir :
• Teknis Penyambungan dengan pengelasan
Dengan teknis penyambungan pipa dengan teknis pengelasan / Welding akan menghasilkan kontruksi tiang tunggal yang lebih kaku , tiang tunggal dengan teknis pembuatan dengan las di kondisikan pada tempat yang bersifat permanen .
• Teknis Penyambungan dengan sistem Bongkar Pasang / Knock Down
Penyambungan sistem bongkar pasang akan cocok untuk menghasilkan kontruksi yang lebih lentur , keperluan tiang tunggal lentur sangat di perlukan di daerah yang memiliki kondisi angin kencang dan untuk tiang tunggal dengan ketinggian melebihi 30 mtr
Teknis Pemancangan / Erection Tiang Tunggal
Dalam menegakkan tiang penangkal petir monopole yang biasa dipergunakan adalah teknis manual dimana teknis ini akan banyak menghemat biaya persiapan dan sewa peralatan.
Tinggi tiang kisaran 20 mtr akan jauh lebih efektif dan murah bila memakai teknis manual , dan bila lebih dari 30 mtr akan beresiko bila dengan teknis manual , penggunaan cranes akan lebih amannya.
Managemen resiko dalam menegakkan / erection tiang setinggi ini bisa di minimalisir dengan menggunakan alat berat cranes / excavator, akan tetapi bisa pula di gunakan teknik teknik manual dengan tenaga ahli dan berpengalaman dibidangnya.

3. Tiang Anti Petir Triangle

Tiang Penangkal Petir Triangle adalah jenis menara yang dirancang ringan, lentur dan bongkar pasang (knock down) dengan sifat konstruksi semi permanen dengan usia layak pakai dari menara ini relatif panjang, kisaran 10 tahun dan bisa lebih tergantung dari perawatannya.
kelebihan dari jenis menara triangle penangkal petir ini adalah murah dan cepat pemasangannya , dan kekurangan nya adalah kurang stabil bila terkena Gerakan Puntir, misal terkena angin puting beliung , akan sangat riskan bisa roboh.
Untuk menjaga kestabilan tegak menara ini ditopang dengan tali penguat atau seling ke tiga atau empat sudut agar bisa berdiri dengan baik mengurangi goyangan karena angin atau yang lain.
Penggunaan menara triangle ini sering dimanfaatkan sebagai antena komunikasi beserta perangkat atau peralatan lainnya dan sifatnya semi permanen disebuah lokasi .
Menara Triangle Penangkal Petir
Menara Triangle Penangkal Petir untuk memasang penangkal petir di menara trianggle ada beberapa hal yang perlu diperhatikan
• Kable penangkal petir harus berdiameter lebih dari 50 mm agar mengalirkan arus petir dengan baik.
• Nilai tahanan resistansi grounding harus dibawah 5 ohm
• Jarak terdekat perangkat (antena , dll ) minim 2 mtr dari ujung head terminal penangkal petir.
Bila tiang triangle dimanfaatkan sebagai antena komunikasi / LINK jenis wifi maka perlu kiranya di fahami sbb:
Sistem WIFI / hotspot menggunakan frekwensi 2.0 GHz dan 5.0 GHz , pada dasarnya di frekwensi ini akan bisa menembus penghalang apapun alias bisa diletakkan di bawah / permukaan tanah . akan tetapi bila menginginkan koneksi yang super bagus maka perangkat ini dipasang diatas berhadapan dengan yang lain tanpa penghalang .
Acap kali kami menemukan desain pemasangan seperti ini maka perletakan perangkat diletakkan di ujung antena , bila hal ini dilakukan resiko kerusakan bila ada sambaran akan semakin besar, perangkat radio wireless rusak dan bisa merembet di perangkat yang menggunakan jalur datanya ( PC atau Server) .
Peristiwa kerusakan ini seringkali kami temui di lapangan dengan anggapan pemilik adalah kegagalan sistem proteksi penangkal petir , mulai dari nilai tahanan tanah kurang bagus , kabel penghantar kurang memadai sampai kepada kesalahan instalasi .
Sebenarnya apa yang menyebabkan kerusakan ? kerusakan disebabkan oleh Dentuman Elektromaknetis .
Bahwa secara bersamaan setiap kali terjadi sambaran yang mengenai sebuah obyek di bumi maka akan diikuti oleh dentuman energi lain yang menyertai . Frekwensi Radio , Gelombang elektromaknetis , Induksi listrik yang bersifat menghentak.
Hentakan efek elektrostatik ini bila mengenai obyek ( mahluk hidup, perangkat elektronik ) maka akan menerima efek yang mirip dari sebuah sambaran langsung.
Bila mana ada mahluk hidup berposisi dekat dengan titik sambar maka ada banyak kemungkinan yang timbul .
• Ikut tersengat Berat sama dengan benda yang disambar
• Tersengat ringan dan sedang dan bisa menimbulkan kematian
• atau tidak terjadi apa apa .
Bila perangkat elektronik pada posisi dekat titik sambaran Penangkal Petir apa yang bisa terjadi tentu gambaran di atas juga berlaku untuk ini . menerima sambaran tidak langsung yang bersifat semu tetapi sangat bisa merusak untuk perangkat radio dan elektronik.
Kami menggunakan berbagai teknik dalam menghindari peristiwa ini terjadi
• Menjauhkan perangkat Antena dari ujung air terminal penangkal petir.
• Memberikan isolator di ujung penerima agar tidak bersentuhan dengan besi struktur.
• Menyelubungi kabel perangkat dengan pipa logam sebagai fungsi perisai gelombang elektromagnetis bila menggunakan kabel berisolasi (nyy, nya).
Dalam hal ini, tiang merupakan hal yang tidak pernah lepas dari pemasangan penangkal petir dan anti petir.

You might also likeclose