PENANGKAL PETIR DAN ANTI PETIR ( cara kerja )

penangkal petir, penyalur petir, anti petir

Cara kerja penangkal petir dan anti petir adalah cara kerja berdasarkan sistem intalasi secara utuh dari sitem air terminal penangkal petir tersambung ke kabel penyalur hingga terkoneksi kepada sistem pembumian atau grounding yang memanfaatkan natural ionisasi dari tanah di area sekitar supaya penangkal petir dengan maksimal dan efektif dalam menerima sambaran petir dan menyalurkannya kepada sistem grounding yang terkoneksi oleh kabel penangkal petir atau anti petir. Setiap kali musim penghujan tiba, perlu diwaspadai tidak hanya terjadinya musibah banjir dan tanah longsor saja, tapi juga bahaya petir yang dapat menyambar apa saja yang ada di permukaan bumi, baik itu bangunan gedung, tower/menara, tanaman/pohon, bahkan manusia. Sambaran petir tersebut dapat saja merusakkan bangunan dan tanaman/pohon, terjadinya kebakaran, kerusakan jaringan listrik dan peralatan elektronik, serta menyebabkan korban nyawa manusia. Petir yang menyambar mempunyai kisaran arus listrik sebesar 5 – 200 kA. Di Indonesia, menurut Peraturan Umum Instalasi Penangkal Petir (PUIPP), beberapa bangunan yang mempunyai resiko terhadap sambaran petir diharuskan untuk memasang peralatan penangkal petir. Sebenarnya, petir merupakan fenomena yang alami, dimana bila awan terbentuk dari proses penguapan air, maka akan terjadi proses ionisasi di awan tersebut yakni berkumpulnya ion bebas negatif dan positif yang cukup besar akibat gesesekan antar awan (teori gesekan awan) maupun ionisasi akibat terjadi perubahan jenis zat dari cair menjadi gas, atau dari padat menjadi cair (teori ionisasi).

penangkal petir sangat penting dalam perlindungan kita sehari-hari sudah selayaknya kita harus sadar akan bahaya sambaran petir dan berapa potensi kerugian yang disebabkan oleh petir.

Jenis Penangkal petir

Jenis penangkal petir yang umum saat ini adalah sistem konventional dan penangkal petir elektrostatis atau sistem radius, dalam dunia arsitektural saat ini penangkal petir radiuslah yang banyak digunakan dalam aplikasi kontruksi modern karena kecenderungan teknologi dan minat yang berbedalah yang mendasari pemilihan suatu sistem intalasi penangkal petir.

penangkal petirPenangkal petir konventional cenderung kurang ekonomis dalam aplikasi kabel penghantar khususnya jika diaplikasikan pada gedung tinggi dan luas, selain itu membutuhkan banyak sistem grounding atau pembumian, sitem konventional terdapat dua jenis aplikasi intalasi yang pertama adalah sistem franklin yang ditemukan oleh benjamin franklin, dan yang kedua adalah sangakar faraday.

penangkal petir, anti petirAir terminal elektrostatis atau sistem radius lebihbanyak keunggulan dibandingkan dengan distem konventional selain berteknologi dan modern, sistem konventional lebih menonjol dalam estetika bangunan dan sangat ekonomis karena kebutuhan kabel sedikit dan sistem grounding hanya memerlukan 1 denga nilai resistansi yang baik tentunya. tidak sedikit para konsultan dan users beralih pada teknology terbaru dalam dunia penyalur petir karena memang lebih populer.

 

 

 

 

You might also likeclose