Cara Membuat Alat Penangkal Petir Sederhana

penangkal petir

Instalasi Penyalur petir atau bahasa yang sering kita dengar dengan istilah penangkal petir atau anti petir adalah suatu instalasi yang sangat sederhana tetapi sangat efektif dalam pengamanan sambaran petir. Instalasi penangkal petir sangat umum diketahui oleh masyarakat karena materi petir masih dipelajari dalam kurikulum pendidikan Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) khususnya pada mata pelajaran fisika, kecuali memang ketika materi atau pelajaran soal Petir diterangkan anda sedang ijin sakit atau bolos, mungkin juga anda sedang ke toilet.
Instalasi Penangkal Petir hanya terdiri dari 3 ( tiga ) bagian utama dalam kinerja sistemnya, tidak memerlukan supply energy maupun alat yang berhubungan dengan listrik, karena instalasi penangkal petir ini dikhususkan untuk arus sambaran petir. Tiga bagian utama dalam instalasi penangkal petir adalah:

1. Kepala Penangkal Petir ( Splitzen / Air Terminal Petir )

Batangan kepala penangkal petir bisa menggunakan batangan-batangan yang terbuat dari metal atau logam, contohnya : Besi, Tembaga, Aluminum, Stainles steel dll. Jika anda berencana untuk membuat sendiri pakailah logam yang mudah didapat dan umum seperti Tembaga, bubutlah logam tersebut dengan bentuk tombak kerucut tetapi jangan dibuat lancip dan tajam karena anda bukan membuat tombak untuk berburu babi, yang anda buat adalah kepala penangkal petir, bentuk sedemikian rupa sehingga batangan air terminal penangkal petir tersebut dapat di pasang dan di tambahkan tiang penyangga yang terbuat dari pipa besi. Saran kami dari pada anda repot membuat kepala penangkal petir lebih baik belilah di toko matrial terdekat milik Pak Haji, tidak membuang waktu dan tentunya harga yang murah.

penangkal petir

splitzen

2. Kabel Penghantar Penangkal Petir

Mengenai kabel Penyalur petir alangkah baiknya Bpk/Ibu Beli saja di toko matrial Pak Haji yang tadi, kalau memaksa ingin membuat kabel kami jamin bpk/ibu pasti kerepotan, dan kami tidak ingin melihat Bpk/Ibu repot membuat kabel. Kabel Penyalur Penangkal petir dapat menggunakan kabel Bare Copper Cable disingkat BCC gunakanlah kabel BCC yang ukurannya lebih besat dari kabel listrik yang terpasang di rumah bapak-bapak atau Ibu-ibu, sebagai contoh 25mm. Atau Bp/Ibu mau menggunakan kabel yang berisolasi single maupun double. Intinya kabel penyalur menggunakan kabel single core. Ingat: jangan menggunakan kabel lstrik atau kabel antene tv anda karena fungsinya berbeda dan terlalu kecil untuk penghantaran arus petir.

3. Grounding system atau Pembumian Penangkal Petir

Grouding sistem penangkal petir adalah suatu rangkaian kabel dan logam yang ditanam kedalam bumi, yang berfungsi sebagai penetral arus petir yang diterima oleh kepala penangkal petir dan dialirkan melalui kabel penghantar penangkal petir. Instalasi grounding system ini memang harus dibuat tetapi materialnya harus beli, bisa di toko matrial Pak Haji yang tadi bpk/ibu beli kabel penyalur petir. Tancapkanlah atau kuburlah batangan tembaga atau bounded kedalam tanah. Perlu diperhatikan bahwa bounded dikubur atau di tanam dengan posisi berdiri, jangan di tidurkan karena kita bukan mengubur ( …. ) apa lagi diarahkan kekiblat. Baik, setelah Bounded tadi tertanam sambungkan dengan kabel BCC lalu ukur nilai resistansi dengan menggunakan Earth tester grounding, yaitu alat untuk mengukur nilai resistansi/hambatan dengan satuan OHM ( Ω ). Usahakan nilai resistansi harus di bawah ( < ) 5 Ohm.
Setelah semuanya terpasang dengan nilai resistansi yang baik, kita bisa menyebutkan bahwa yang kita pasang adalah suatu sistem penangkal petir. Demikian ulasan dari kami mengenai membuat penangkal petir sederhana ( Sederhana kan? ). Satu tips lagi jika Bpk/Ibu tidak mau repot ya tinggal telpon jasa penangkal petir yang berada di Kota anda.

You might also likeclose